Wednesday, March 21, 2018

SCARY #1: LANTAI 4



Suatu malam, aku mencari kafe internet karena perlu mengirim beberapa e-mail. Aku melihat satu di sebuah bangunan tua. Tanda itu mengatakan warnet-nya terletak di lantai 6.
Saat aku berjalan melalui pintu masuk, ada lorong gelap yang menuju ke lift kecil. Aku menekan tombol panggil dan ketika pintu terbuka, aku melangkah masuk.
Di banyak negara Asia, banyak bangunan tidak memiliki lantai 4. Angka 4 dianggap sial karena kata "empat" terdengar hampir sama dengan kata "kematian".

Tombol-tombol di lift adalah 1-2-3-5-6. Aku menekan tombol untuk lantai 6. Pintu-pintu tertutup dan lift perlahan mulai naik.
Ketika berhenti dan pintu terbuka, aku akan melangkah keluar ketika aku menyadari bahwa ada sesuatu yang salah. Lorong itu dilingkupi kegelapan total. Dengan cahaya yang berasal dari lift, aku bisa melihat furnitur-furnitur yang ditutupi kain putih berdebu. Sepertinya tempat ini tak pernah ditempati selama beberapa puluh tahun.
Kupikir aku pasti salah lantai, jadi aku memeriksa tombolnya, tapi tidak ada yang menyala. Tidak ada yang menunjukkan lantai mana aku berada.
Saat itulah, aku melihat ada sesuatu yang bergerak di ujung lorong yang gelap. Aku tidak tahu apa itu, tapi itu terlihat seperti orang berpakaian gaun. Sosok itu bergerak perlahan menyusuri lorong, menuju lift. Ini membuat aku panik dan panik, aku mulai menekan tombol untuk menutup pintu.
Tiba-tiba, lampu di lift berkedip dan mati. Aku terjerembap dalam gelap gulita. Aku begitu ketakutan, aku hampir membasahi diriku sendiri.
Di saat dimana aku seperti akan kehilangannya sepenuhnya, lampu berkedip dan kembali menyala. Pintu-pintu tertutup, lift tersentak kembali ke kehidupan dan mulai naik lagi. Aku menarik napas lega.
Saat pintu dibuka kali ini, aku berada di warnet. Aku pergi ke konter dan memberi tahu gadis yang bekerja di sana apa yang terjadi. Saat dia mendengarkan, wajahnya menjadi pucat.
Dia mengatakan bahwa beberapa pelanggan dan beberapa rekan kerja telah mengalami hal serupa. Dia sendiri tidak pernah mengalami apapun, tetapi dia memberi tahu aku tentang sejarah bangunan itu.
Rupanya, lantai 4 dulunya adalah salon. Bisnis salon itu berjalan lancar sampai salah satu wanita yang bekerja di sana bunuh diri. Tidak ada yang tahu alasannya, tapi dia menggorok pergelangan tangannya di atas baskom dan berdarah sampai mati.
Salon terus beroperasi, tapi pelanggannya diganggu oleh kejadian aneh yang tak bisa dijelaskan. Terkadang, ketika pelanggan mencuci rambut mereka, airnya akan menjadi merah seperti darah. Orang lain mengklaim bahwa ketika mereka melihat ke cermin, mereka akan melihat sekilas sosok hantu yang berdiri di belakang mereka. Namun,ketika mereka berbalik, tidak akan ada orang di sana. Karena kejadian ini, salon tersebut memiliki reputasi buruk dan mulai kehilangan pelanggan. Akhirnya, mereka terpaksa gulung tikar.
Pemilik gedung itu mencoba menyewakan lantai 4 ke bisnis lain, tapi ketika mereka tahu ada seseorang yang meninggal di sana, tidak ada yang mau menyewanya. Akhirnya, pemilik mengurangi harga hampir separuh dan disewa oleh seorang pengusaha yang berencana membuka toko alat tulis.
Namun, ketika mereka mencoba melakukan beberapa renovasi di lantai, ada serangkaian kecelakaan misterius. Alat pekerja terkadang hilang dan ditemukan di tempat-tempat aneh, cermin besar tiba-tiba hancur saat tidak ada orang di dekatnya, dan seorang pekerja tangannya hancur saat pintu lift menutup tanpa diduga. Akhirnya, para pekerja ketakutan dan menolak untuk melanjutkan. Pengusaha itupun pergi.
Pemilik gedung akhirnya menyerah dan menutup lantai itu. Dia mengganti tombol di lift dan diprogram ulang sehingga tidak ada yang bisa pergi ke lantai 4.
Paling tidak, itulah yang seharusnya terjadi.
Untuk beberapa alasan, ketika ada yang naik lift, kadang-kadang mereka berhenti di lantai 4 dan saat pintu dibuka, beberapa orang akan melihat sosok yang berjalan menuju ke arah mereka dalam kegelapan.


2 comments:

  1. Ane tambahi ya...
    Angka 4 dalam mandarin bunyinya sí (dibaca se). Sedangkan "Se" sendiri aetinya kematian. Begitu kalau ga salah, tapi kalau dr sisi fengshui ada lagi, lebih baik tanya ke Lola atau Jerri wqwqwqw Cmiiw gaes

    Ratna
    Regard

    ReplyDelete
  2. Di bahasa Jepang pun angka 4 biasa disebut "shi" yg artinya "mati"

    ReplyDelete