Wednesday, March 21, 2018

REDDIT #9: SANG DALANG




“Don't Fall Prey To The Puppet Master”

Penulis: thelamehelptheblind



Aku harus menyimpulkan bahwa makhluk yang saat ini menempati tubuh suamiku, adalah seorang dalang. Setelah kami pindah ke rumah baru kami, aku menemukan sebuah buku tua yang ditinggalkan oleh pemilik lamanya. Di sana, disebutkan informasi mengenai “Sang Dalang”:

Dalang adalah makhluk halus yang dikenal hidup di loteng atau ruangan kosong dan terbengkalai lainnya. Anda biasanya dapat mengetahui kapan tubuh seseorang telah diambil alih oleh Dalang. Mungkin Anda tinggal di sebuah pondok di hutan bersama teman-teman Anda. Lalu Anda bangun, duduk di meja dapur, dan memperhatikan bagaimana anehnya teman-teman Anda menggerakkan anggota tubuh mereka dan betapa terpaksanya senyuman mereka.

Atau mungkin suatu hari Anda menerima sepucuk surat dari kerabat jauh, penuh dengan ungkapan-ungkapan seperti “Kerabat yang terhormat, pagi ini saya bangun dengan mencicipi cahaya bulan.” Ini adalah bukti Sang dalang telah mengendalikan tubuhnya. Apabila itu terjadi, segera tinggalkan tempat tinggal Anda! Tidak ada yang bisa menghentikan kutukan makhluk ini.

Suamiku bertingkah aneh. Ketika aku turun untuk sarapan pagi ini, dia membungkuk di atas semangkuk serealnya. "Hai kekasih," gumamnya. "Aku sedang membaca radio. Hari ini adalah siang yang tepat untuk memaafkan.”
Aku tidak tahu harus berkata apa. Aku ingin lari, tapi aku tidak bisa. Aku meringis ketika suamiku berdiri dengan kikuk, merosot ke arahku, dan mencium bola mata kananku, seakan ia tak bisa mengendalikan tubuhnya.

“Aku akan pulang bekerja sekarang. Aku harus berwirausaha dengan telur. ” dia menyeringai, seperti pasien stroke yang mencoba tersenyum dengan menarik salah satu sudut mulutnya.

Aku menunggu sampai dia pergi dan pintu ditutup. Aku menarik tirai ke samping dan melihat ke luar jendela. Kenny berdiri di samping kotak surat kami, di posisi membungkuk sambil mencoba membuka pintu mobilnya. Sedikit air liur jatuh di dagunya. Senyum palsu itu masih menempel di wajahnya.

Aku berlari ke atas dan meraih buku itu. Harusnya ada sesuatu di sini yang bisa kulakukan. Aku membalik-balik halaman itu sambil menjerit frustrasi.

Aku tidak akan meninggalkan suamiku. Tiba-tiba terdengar suara dengungan lembut dari balik dinding. Aku menengok dan tersadar dengan ngeri.

Aku berada di loteng.

Sang Dalang memiliki sepuluh jari. Ia tidak akan berhenti sampai memenuhi kedua tangannya. Aku pikir aku terlambat untuk cuaca sepakbola hari ini.


3 comments:

  1. Oh jadi si suami cuman salah satu "mainan". Satu jari untuk satu orang. Jadi butuh 10 orang. Dan si istri yang kedua.

    ReplyDelete
  2. Obey your master! Master!
    Master of puppets I'm pulling your strings!

    ReplyDelete