Wednesday, March 21, 2018

SCARY #10: TERIMA KASIH AYAH



Ketika aku masih SMP, ada sebuah rumah tua yang terbengkalai di lingkungan kami. Ada tumbuhan liar  yang tumbuh tebal di dinding dan atapnya ambruk di beberapa tempat.
Suatu hari, aku dan beberapa teman sekelasku memutuskan untuk menyelinap ke dalamnya dan mengeksplorasinya. Saat itu sekitar jam 6 sore dan matahari sudah terbenam. Pintunya terkunci, jadi kami harus memanjat melalui salah satu jendela di belakang.

Kami pergi dari kamar ke kamar menggunakan lampu senter. Anehnya, ada ratusan boneka yang berbaris di sepanjang dinding. Meskipun kami semua bersemangat, suasana menjadi tegang. Tak satu pun dari kami berbicara satu sama lain dan ada keheningan yang menggelisahkan.
Sebagian besar temanku takut dan ingin pulang, tetapi aku meyakinkan mereka untuk tetap tinggal dan menjelajah lebih lama. Kami sampai di satu ruangan kecil dengan sebuah meja kecil di tengah. Saat kami masuk, kami bisa mendengar papan lantai berderit dan mengerang di bawah kaki kami.
Aku melihat sesuatu tergeletak di atas meja. Saat aku mendekat, aku melihat bahwa itu adalah sebuah surat dan ada sebuah kaset tua di sampingnya. Surat itu berbunyi:
"Terima kasih ayah"
Ketika aku melihat tulisan itu, aku merasakan hawa dingin di tengkukku dan aku memutuskan sudah waktunya untuk pergi. Ketika kami keluar dari rumah, semua orang menarik napas lega. Dalam perjalanan pulang, salah seorang temanku mulai berbicara tentang surat dan kaset yang tergeletak di sampingnya.
"Apa ya itu?" aku bertanya padanya.
"Aku tidak tahu," gumamnya, "tapi aku membawanya bersamaku ketika kami pergi ..."
Penasaran dengan rekaman yang ada, kami membawanya ke rumahku, memasukkannya ke dalam tape recorder, dan menekan "Play".
Hanya ada keheningan.
Kami duduk di sana dan mendengarkan selama 10 menit atau lebih, tetapi hanya ada keheningan.
Setelah beberapa saat, kami pikir tidak ada apa pun di dalamnya, jadi kami membiarkannya menyala dan mulai membaca komik. Akhirnya kami lupa tentang rekaman itu.
Kemudian, tiba-tiba, kami mendengar suara anak perempuan berasal dari tape recorder itu.
Ia mengatakan, "Terima kasih ayah karena telah membunuhku.”

No comments:

Post a Comment