Sunday, May 7, 2017

REDDIT DARK TALES BONUS: TOMBOL TENGAH

 

Judul asli: The Middle Button

Penulis: sarstastic

CERITA INI BUKANLAH RIDDLE, TAPI SILAHKAN TULISKAN DI COMMENT ANALISIS KALIAN TENTANG CERITA INI

 

“Pak! Tolong katakan pada kami apa yang terjadi?”

“Aku menekannya. Aku tak bermaksud menekannya, namun aku melakukannya.”

“Maaf, saya tidak mengerti. Menekan apa?”

”Tombolnya. Tombol yang ada di tengah.”

“Tombol tengah dari apa?”

“Alat pembukanya. Aku tak sengaja menekannya, jariku terpeleset.”

“Jadi begitu. Apa yang terjadi setelah Anda menekan tombol itu?”

“Awalnya tidak terjadi apa-apa ...”

“Maaf Pak, tolong jelaskan maksud Anda dengan ‘awalnya’?”

“Maksudku, aku tak melihat terjadi sesuatu.”

“Namun Anda tahu bahwa telah terjadi sesuatu?”

“Aku merasakannya.”

“Anda merasakannya?”

“Ya.”

“Merasakan apa?”

“Rasa takut.”

“Kenapa?”

“Karena aku tak pernah menekan tombol tengah sebelumnya. Aku tak tahu apa fungsi tombol tengah itu.”

“Dan itu membuat Anda takut?”

“Ya, itu membuatku sangat ketakutan! Siapa tahu apa yang bisa terjadi?”

“Saya mengerti. Jadi setelah Anda merasakan rasa takut ini, apa yang terjadi?”

“Pikiran irasional. Akan ada akibat yang muncul karena aku menekan tombol tengah ini.”

“Bisa Anda ceritakan seperti apakah pikiran irasional tersebut?”

“Uh, yeah. Aku cemas bahwa tombol itu akan membuka pintu dan seseorang akan lewat dan masuk melalui pintu ke dalam rumahku. Lalu ia akan mencuri dan mengambil apapun yang mereka inginkan. Lalu mereka akan diserang oleh penjagaku dan akan membunuhnya untuk mempertahankan diri.”

“Baik, sedikit samar, namun saya mengerti. Setelah pikiran irasional itu muncul di dalam kepala Anda, apa yang Anda lakukan berikutnya?”

“Aku berbalik. Aku harus kembali untuk memeriksanya. Aku harus memastikan apa yang tombol tengah itu lakukan.”

“Apa yang terjadi ketika Anda berbalik?”

“Pikiranku sedang kacau balau saat itu. Otakku dipenuhi rasa cemas dan rasa takut sehingga aku tak memperhatikan sekelilingku saat memutar balik. Yang kupikirkan hanyalah konsekuensi mengerikan yang timbul akibat menekan tombol tengah itu. Aku tidak fokus dalam mengemudi dan berbalik mendadak. Aku tak berniat untuk menabrak wanita. Aku tak ingin dia mati. Namun aku harus kembali!”

“Apa yang terjadi setelah terjadi tabrakan?”

“Aku lari.”

“Anda meninggalkan TKP?”

Well, tidak. Sebenarnya aku berlari pulang. Aku harus memastikan.”

“Pak, Anda sadar ... walau yang terjadi adalah kecelakaan, namun meninggalkan TKP adalah kejahatan dan bisa dihukum serius?”

“Aku tahu! Aku tahu! KAU PIKIR AKU TIDAK TAHU HAL ITU? AKU TAK INGIN MENINGGALKANNYA UNTUK MATI DI SANA, NAMUN AKU TAK PUNYA PILIHAN LAIN! AKU HARUS TAHU!”

“Pak, turunkan nada bicara Anda! Apa yang terjadi ketika Anda akhirnya sampai ke rumah?”

“Aku menemukannya dalam keadaan tertutup.”

“Apanya yang tertutup?”

“Pintunya. Pintu garasi! Garasiku tidak pernah membuka. Tombol itu tidak berfungsi apapun!”

11 comments:

  1. Punya remote control bwt garasinya,,

    ReplyDelete
  2. remote control udah diluar jangkauan, jd ngga mungkin terjadi apa2, entah dia ngeles atau dia paranoid, atau malah sengaja nabrak

    ReplyDelete
  3. Jadi gara2 pikiran irrasional lelaki tersebut tentang tombol tengah itu terlalu..... Ah... Entahlah...

    ReplyDelete
  4. si bapak ini punya gangguan kepribadian paranoid, mencurigai sesuatu secara berlebihan, paranoid personality disorder, si bapak sudah dalam perjalanan mengendarai mobil dan tanpa sengaja menekan middle button td, tp karena dia memiliki gangguan paranoid pikirannya jadi kemana mana, dan yang dipikirkan bapak tadi itu bakal buka pintu garasinya sehingga nanti ada maling masuk atau apa, tp yang paling ngeri meskipun dia sampai nabrak orang karena paranoidnya tadi yang penting pikiran dia tenang karena ternyata efek dari tombol tadi ga seperti yang dia takutkan

    ReplyDelete
  5. Penderita Anxiety syndrome ya? Cmiiw

    ReplyDelete
  6. Obsessive compulsive disorder (OCD)

    ReplyDelete
  7. >Kebelet pup
    >Panik
    >Nabrak orang
    >Alesan

    ReplyDelete
  8. Ocd jadi dia hanya fokus hal yg berulang aja, harus mengerjakan sesuai rutinitas

    ReplyDelete