Wednesday, March 21, 2018

REDDIT #19: RUMAH DENGAN PINTU YANG DITANDAI




“The House With Marked Doors”

Penulis: No_Tale


Ketika Ibu dan Ayah membeli rumah, mereka mengira goresan coklat di pintu kamar tidur berasal dari cakaran anjing. Tetapi ketika mereka berbicara dengan makelar, dia mengatakan pemilik sebelumnya tidak memiliki anjing.

Ibu dan Ayah akhirnya mengganti pintu itu. Tapi setelah ketiga kalinya, mereka menyerah, karena goresan gelap selalu kembali keesokan paginya. Orang tua saya menganggap kejadian itu diakibatkan oleh kualitas kayu di daerah ini. Ayah berkata dia akan memesan pintu baru dari luar kota, namun pintu itu baru akan datang di akhir bulan.

Tapi aku tidak bisa menunggu selama itu.


Suatu malam, aku memutuskan untuk tetap terjaga dan mencari tahu kebenarannya. Aku mematikan semua lampu, berbaring di tempat tidur dengan ujung bantal ke arah pintu, dan menutupi wajahku dengan selimut - meninggalkan celah kecil dimana aku bisa mengintip.

Suasana sangat sepi setelah pukul dua belas. Aku berpikir untuk pergi ke kamar mandi, namun bagaimana jika aku melewatkannya? Aku takkan tahu siapa yang menyebabkan cakaran-cakaran itu. Akupun menghabiskan waktu berjam-jam untuk berjaga dan berjuang melawan kandung kemihku.

Pukul dua, aku mendengar suara pertama. Suaranya terdengar seperti sesuatu yang dikerok. Seolah-olah seseorang di kamar sebelah sedang bekerja di dinding dengan obeng. Aku menahan nafas dan mendengarkan.

Suara itu berlangsung selama dua puluh menit dan saat itu aku tahu dengan pasti ada sesuatu di sana. Jantungku berdebar dengan kencang. Aku ketakutan, tapi aku harus tahu yang sebenarnya!

Suara itu berhenti, namun aku yakin pasti akan muncul lagi.

Aku berpikir untuk memeriksa orang tuaku. Tapi menilai apa yang terjadi pada malam-malam sebelumnya, kurasa tidak akan ada yang akan terluka. Apa pun yang membuat goresan itu hanya tertarik pada pintu. Dan jika aku menunggu cukup lama, mungkin aku bisa menangkap pelakunya.

Kesabaranku menipis seiring dengan setiap menit yang berlalu. Kandung kemihku berdenyut-denyut, mengancam untuk meledak. Aku menggertakkan gigiku dan meremas lututku.

Tepat setelah jam tiga pagi, suara itu datang lagi dan lebih dekat. Aku bisa melihat bayangan bergerak di kegelapan lorong.

Apa pun itu, ia berhenti di depan kamar orang tuaku dan mulai menggores pintu.

Kemudian dia bergerak ke arah kamarku. Aku mempersiapkan tanganku yang tengah menggenggam erat sebuah senter.

Makhluk itu mencakar depan pintuku, setiap goresan seperti kapur di kayu.

Jantungku berdebar di dadaku, bagian belakang kepalaku berdenyut-denyut. Aku ingin pergi saja, tapi rasa penasaran menahanku. Bayangan gelap itu bergeser di sepanjang karpet, terengah-engah sembari berdecit menggaruk kayu.

Sekarang atau tidak sama sekali!

Aku mengangkat tangan dan menyorotkan senter, kemudian aku tersentak hingga terjatuh ke tempat tidur.

Ayah dan Ibu sedang membungkuk dan menggores pintu kamarku. Mata mereka kosong, kuku mereka berbingkai darah, dan mulut mereka berbicara tanpa suara.


2 comments:

  1. Yang tinggal disitu auto kesurupan bangdep...? Duh, malang niannian

    ReplyDelete
  2. tunggu dulu. katanya kan mereka pas pertama kali kesitu udh ada bekas goresannya kan? nahh goresan ini tu bekas pemilik sebelumnya kah? atau gmn? hmmm

    ReplyDelete