Monday, August 5, 2019

#MATILAMPU: ST0RY #1



“Sayang, aku pulang!” teriakku pada istriku saat membuka pintu. Kulirik arlojiku. Sudah hampir jam 11 malam. Ini keterlaluan, pikirku. Karena kantorku benar-benar lumpuh akibat mati listrik. Bosku sudah murka semenjak listrik mati jam 11 tadi. Ada banyak meeting yang terpaksa harus kami cancel. Lift juga berhenti beroperasi sehingga aku terpaksa turun dari lantai 10 menggunakan tangga.


Di luarpun kesialan terus menimpaku. MRT dan KRL tidak jalan. Lantas bagaimana cara aku kembali ke rumahku? Beruntung, ada teman kantorku yang memberiku tumpangan. Namun perjalanan kamipun jauh dari kata mulus. Lalu lintas benar-benar kacau karena semua lampu merah ikut mati. Dan kau tahu kan betapa tak tahu aturannya pengemudi di Jakarta?

Terima kasih banyak PLN, huh!

“Sayang, kau sudah pulang? Bagaimana sekolah tadi?” aku membuka pintu kamarku. Terlihat dalam kegelapan, siluet tubuh istriku terbenam dalam selimut yang ia kenakan. Ia memang bekerja sebagai guru di pusat kota.

“Aman kok, Sayang.” jawabnya, “Anak-anak dipulangkan lebih awal karena mati lampu tadi.”

“Baguslah. Paling tidak kau lebih beruntung daripadaku, bisa pulang lebih awal.” jawabku.

Aku segera mengambil power bank dari dalam laci dan menghubungkannya ke hapeku. Akupun menyalakannya dan langsung masuk notifikasi, termasuk 17 missed call dari istriku.

“Omong-omong maaf ya jika dari tadi aku tidak membalas SMS atau teleponmu. Hapeku benar-benar mati tadi. Powerbank-ku juga ketinggalan di laci.”

“Tidak apa-apa kok, Sayang.” suara istriku di sampingku menjawab.

Aku membuka inbox dan ada 5 SMS dari istriku.

“Sayang, kau dimana? Apa di tempatmu mati listrik juga?”

“Aku bakalan pulang agak sore. Anak-anak banyak yang belum dijemput orang tua mereka. Oya sepertinya mati listrik ini terjadi di seluruh Jabodetabek.”

“Sayang, semua anak sudah pulang tadi aku sendiri yang nggak bisa pulang. MRT nggak ada yang jalan. Bagaimana ini?”

“Sayang apa kau sudah pulang? Ada teman yang menawariku menginap di kostnya. Kamu ingat Ambar kan?”

“Sayang aku tidur di kostnya Ambar. Pulang besok pagi kalau sudah ada MRT jalan. Miss U!”

“Apa?” pikirku, “Jika istriku belum pulang lalu siapa yang ...”

Sosok di belakangku mulai terbangun. Aku bisa merasakannya.

Akupun menoleh dan melihat wajahnya ketika selimut yang menutupi tubuhnya mulai tersingkap.

Walaupun tanpa membaca SMS itu, aku langsung tahu sosok yang berbaring di sebelahku tadi bukanlah istriku.

Sebab mata istriku takkan menyala dalam gelap.


3 comments:

  1. Kucingnya pinter, dia tau si suami ditinggal sendiri di rumah, mana gelap kan. Jadi dia mau nemenin tidur di kasur biar ga kesepian :3

    ReplyDelete