Thursday, October 15, 2015

SILENT HILL – DETOX: CHAPTER 9

FINAL LEVEL

By: Dave Cahyo

SH8

“Terima kasih sudah ikut membebaskanku dari game itu, hahahaha!” tawa Alessa.

“Sialan, aku pikir kau sudah mati!” ujar Mizuki geram.

“Penyihir sakti sepertiku takkan mudah mati, Mizuki! Lupakan tubuhmu, aku sudah akan sangat puas jika berhasil membunuhmu dan teman-temanmu! Sekarang, berikan kepadaku Segel Metatron!”

“Takkan pernah, Alessa!”

Tiba-tiba Alessa mengangkat tubuh Ken dengan kemampuan telekinesisnya.

“A ... apa yang akan kau lakukan padanya?”

Alessa mulai menyiksanya dengan kemampuan telekinesisnya lagi. Terdengar raungan kesakitan Ken ketika tubuhnya terasa remuk oleh kekuatan sihir Alessa.

“Jangan siksa dia!” jerit Mizuki.

“Makanya, serahkan segel itu! Cepat!”

“Ja ... jangan Mizuki ...” pinta Ken, “Kita tidak tahu apa yang bisa ia lakukan dengan segel itu ...”

“Tidak!” Mizuki meneguhkan hatinya. Ia tak bisa membahayakan nyawa banyak orang. Entah apa yang terjadi bila benda sesakti itu jatuh ke tangan penyihir jahat seperti Alessa.

“Aku tak akan memberikannya kepadamu!” Mizuki memejamkan matanya agar ia tak melihat penderitaan sepupunya.

“Huh, dasar keras kepala! Baiklah kalau begitu!” Alessa menjatuhkan tubuh Ken ke bawah.

“Guk guk ...” terdengar suara seekor anjing mendekati Mizuki. Ternyata itu adalah seekor anak anjing kecil yang terlantar.

“Kalau begitu akan kubunuh saja dia!”

Alessa mengangkat tubuh anak anjing itu.

“Kaing?”

“Apa? Dasar biadab! Jangan sakiti hewan tak berdosa itu!” jerit Mizuki, “Oke ... oke ... akan kuberikan segel itu, namun lepaskan dulu binatang malang itu!”

“Hah, apa?” seru Ken yang masih terbaring tak berdaya di tanah.

Alessa segera meletakkan kembali anak anjing itu.

“Ayo ke sini ... berikan segel itu ...” Alessa mengulurkan tangannya sambil tersenyum.

Mizuki mendekat dan mencoba bernegosiasi.

“Kenapa Alessa ... kenapa kau harus berbuat jahat? Kita memiliki kekuatan yang sama ... kau tak harus memilih jalan seperti ini ...”

“Mereka ... mereka terus menyiksaku ... hanya karena aku berbeda ... hanya karena ayahku seorang gaijin ....” seru Alessa penuh kemurkaan, “Itu semua salah mereka!”

“Aku mengerti penderitaanmu, Alessa, sungguh! Namun kau harus bisa melupakan semua dendam itu! Aku tahu kau bisa berubah, Alessa! Aku mau menjadi temanmu ...”

“Benarkah?” mata Alessa menjadi berkaca-kaca, “Kau mau menjadi temanku?”

“Tentu saja Alessa, asalkan kau mau berubah menjadi baik.”

“Aku menyesal ... selama ini aku salah, tak semua manusia jahat,” ujar Alessa sambil menitikkan air mata haru, “Ternyata ... ternyata kau berbeda ....”

Mizuki tersenyum sambil menerima uluran tangan Alessa, “Syukurlah Alessa kau mau berubah ...”

“JUST KIDDING! HAHAHAHA!!!”, tiba-tiba tangan Alessa langsung mencekik leher Mizuki dan dia kembali tertawa dengan jahat.

“AH SIAL!” maki Mizuki, “Kalau begitu, kembalilah ke alammu!”

Mizuki segera memutar segel itu dan menempelkannya ke tubuh Alessa.

Pusaran angin tiba-tiba menjebak tubuh Alessa.

“Apa? Apa yang kau lakukan?” jerit Alessa tak berdaya.

“Segel ini bisa mengeluarkan kami dari permainan ... dan aku sangat yakin segel ini juga bisa mengirimmu kembali ke permainan itu!”

“TIDAK! TIDAAAAAAAK!!!” jerit Alessa ketika tubuhnya mulai tertelan pusaran angin itu dan menghilang.

“Nikmatilah permainan itu selamanya!”

Tubuh Alessa akhirnya benar-benar lenyap. Kabut pun mulai menghilang, menampakkan warna-warni kota Silent Hill kembali.

Mizuki membanting segel itu ke tanah dan menghancurkannya. Kini tak ada lagi yang bisa masuk ataupun keluar dari permainan Silent Hill. Tak ada.

“Syukurlah semua sudah berakhir.” Tante Maruko yang kembali ke wujudnya yang semula berhasil melepaskan diri dari jaring, begitu pula Soichi dan Reina.

Maruko segera memeluk anaknya, “Wow, kau hebat sekali Ken! Mama tadi melihat kau sudah mencapai level 30 di Bake Cupcakes! Banyak sekali hadiah koin dan berlian yang bisa Mama pakai. Mulai sekarang Mama akan merestuimu menjadi gamer sejati asal kau mau membantu Mama mencapai level 60!”

“IDIH MAMA! GAME YANG KUINGINKAN BUKAN GAME SEMACAM ITU!!!”

***

 

Alessa bersembunyi begitu mendengar seretan pedang dari Pyramid Head. Setelah situasi aman, ia melanjutkan pekerjaannya menjahit tubuh ayahnya yang telah dibelah oleh monster itu menjadi satu kembali.

“Hampir selesai, Ayah.” ucap Alessa kepada Richard. “Segera, tubuhmu akan menjadi utuh kembali.”

“Eeeemmm ... Sayang, sebenarnya Ayah tak ingin protes, tapi sepertinya kau terbalik menjahit tangan kanan dan kiri Ayah.”

“Ayah, pekerjaan ini sangatlah sulit! Aku bahkan belum menempel hidung Ayah. Aku tak tahu hidung Ayah yang mana. Ada banyak di sini ... semuanya hampir sama.”

“Ya sudah, mumpung hidung Ayah baru bisa carikan yang mancung? Oya sepertinya ini juga bukan kaki Ayah. Ayah cukup yakin kaki asli Ayah nggak ada tompelnya.”

Richard pun berdiri menggunakan tubuh barunya.

“Gimana penampilan Ayah? Ganteng nggak?”

The-Pale-Man

“Eeeeh ... eeeeh ...” Alessa bingung untuk berkomentar.

 

GAME OVER

20 comments:

  1. wakaakakkakakakak... endingnyaaa koplaak bgt..tapi seru..bacanya sambil lirik kanan kiri sambil kerja

    ReplyDelete
  2. Awalnx serius, ujung2nx lawak... :v
    BTW selamat buat blog barunx bang dave...

    ~Venzuu~

    ReplyDelete
  3. Suer bang, kurain awalnya ini tuh creepypasta horor gitu-- trnyata . . . xD bagus nih bang buat penyegaran, hehe. Jarang2 soalnya ad unsur komedinya gini. Sukses yaa buat kedua blognya. Semangat selaluu~ ^^

    ReplyDelete
  4. Seep bgus tuh.. Cba loe buat cerbung ambil ide dri resident evil bro..gw tunggu hehe..

    ReplyDelete
  5. Bagus jg ya. Buat lagi dong, Dave

    ReplyDelete
  6. lucu banget. bacanya sembari ngebayangin "dodol" nya mereka, alhasil ketawa2 sendiri deh. berasa kayak ikutan mereka adventure gitu deh. good job bang dev :)

    ReplyDelete
  7. Hahhaaa.....gokil banget ceritanya

    ReplyDelete
  8. Lawak bangettt.. Dikira bakal creepy gore bedarah darah kaya biasanya. Bang dave aku penggemar barumuu..

    ReplyDelete
  9. eeeeh... beneran bingung mau komen apa mas

    ReplyDelete
  10. Ngakak dah itu Alessa sama Ayahnya kenapa jadi kaya pelawak=))

    ReplyDelete
  11. gue baca tengah malam berharap ketakutan malah ngakak gak karuan.. :-3

    ReplyDelete
  12. lawak banget ini sih ceritanya apalagi pas ending wkwkwk. Awalnya udh kepikiran nih cerita bakal ngeri abis kayak film silent hill eh ternyata malah kocak abis

    ReplyDelete
  13. GUBRAKKKK...*jatuhpingsansambilngangkatduajempolkeatas*

    ReplyDelete
  14. Ide ceritanya menarik, pembawaannya untuk sebuah cerbung cukup bagus, sederhana, minim narasi, tapi bukankah itu memang keunggulan sebuah cerita horror... bisa memberikan rasa takut tanpa paragraf berlebihan...

    Untuk alurnya aku rasa masih kecepetan... pembentukkan karakter di awal masih kurang berasa untuk plot twist di chaptet 5...

    Tapi overall ceritanya cukup menghibur... ga memberikan rasa phobia untuk ukuran horror...

    Nice storyy ^^ keep writing

    ReplyDelete
  15. Openingnya oke... penjelasan tentang kota SIlent Hillnya cukup menarik, narasinya yang singkat dan jelas membuat kelebihan tersendiri bagi crita ini, menawarkan teror tanpa paragraf berlebihan...

    Menurutku ceritanya kecepetan di alur, pembentukkan karakternha agak kurang berasa karena tau2 di chap 5 keadaan udah berubah, mungkin walaupun minim narasi, harus ditambah lebih banyak adegan agar ceritanya ga terkesan ' berlari'. Satu hal lagi yang agak mengganggu, pas yang adegan alarm itu agak ' ganjil' sebenernya, seolah2 sejak awal mereka dalam permainan.

    Mungkin maksudnya supaya ada twist karena ketidaksengajaan si protagonis hanya saja eksekusinya agak kurang pas, jadi aku masih bingung dengan kota Silent Hill, nyata atau game? Atau semua ini sebenarnya hanyalah game yang terlihat nyata?

    Overall critanya bagus dan menarik, keep writing
    Nice story ^^

    ReplyDelete
  16. kok gue kzl ya baca endingnya....
    terlalu lawak ah, dibikin horor dikit dong.
    misalnya, tanpa disadari mizuki dkk, ternyata ada "sosok" yg tdk sengaja terbawa ke dunia nyata selain alessa tadi, yg tak lain tak bukan adalah... pyramid head. dan dia pun menebar teror ke kota2 disekitarnya...
    hmm... bisa jadi tokoh creepypasta baru tuh...

    ReplyDelete