Friday, October 9, 2015

DUA SISI CERITA

 

BOTH SIDES OF THE STORY

Penulis: recludus

Sumber: Reddit Short Scary Story

Catatan: nama dan format cerita telah diubah untuk memudahkan pembaca memahaminya

 

MIKE – BUTA

Aku mengambil langkah-langkah kecil, hanya untuk memastikan aku tak tersandung sesuatu dan jatuh. Lantai kayu yang kami injak berdecit ketika kami semakin memasuki rumah Amytiville. Anna memeluk lenganku erat dan ia berkata akan memanduku. Namun ini bukan kali pertamanya ia membuat kami tersesat. Akupun menuliskan isyarat dengan jariku di telapak tangannya, “Kau baik-baik saja?”

Aku mendengarnya mendengus kesal dan menjawab dengan suara sengau, “Mike, aku baik-baik saja. Ayo kita tetap mencari, oke?”

Ia jelas terdengar takut. Napasnya pendek-pendek, seakan ia baru saja menangis. Ia berpegangan amat erat di lenganku, menunjukkan bahwa ia tengah ketakutan. Ia hanya tak mau mengakuinya. Ah, andai saja ia mau jujur dan terbuka denganku.

Aku sudah tahu ada sesuatu yang salah. Aku tahu gadis-gadis lain membully-nya. Kami berusaha mencarikannya pertolongan, namun itu hanya membuat apa yang ia alami bertambah buruk. Setiap hari, aku mendengar suara isakannya dan merasakan memar di tangannya. Dan tentu saja aku tahu apa yang sedang kami cari. Gadis-gadis nakal itu mungkin melempar alat bantu dengarnya lagi. Kami sudah mencarinya selama dua jam dan mungkin ini waktunya untuk menyerah dan pergi. Saat hendak mengatakannya, tiba-tiba aku mendengar suara aneh.

“Anna, apa itu kau?” Tanganku naik dan berusaha merasakan wajahnya. Begitu aku melakukannya, kurasakan ia menoleh dan menggunakan tangannya yang lain untuk mengelus pipiku. Aku kemudian menurunkan tanganku kembali dan menulis isyarat di telapak tangannya.

“Kupikir aku mendengar sesuatu. Bisakah kau periksa di belakangmu?”

 

ANNA – TULI

Cerita kami terdengar seperti klise: cewek tuli dan cowok buta, namun itulah kami. Kami berdua selalu saling memperhatikan dan melengkapi. Dia menjadi telingaku dan aku menjadi matanya.

Aku tahu Mike merasa cemas akan keadaanku dan itu membuatku merasa bersalah. Jika saja aku bisa membela diriku sendiri, maka aku takkan perlu membuatnya menemaniku seperti ini. Dan aku juga tak perlu menariknya ke tempat berhantu ini.

Wanita-wanita j****ng itu melakukannya lagi: melemparkan alat bantu dengarku ke rumah Amytiville yang terbengkalai dan terkenal angker. Semua orang tahu tentang cerita rumah ini, tempat dimana pemilik sebelumnya membantai seluruh keluarganya. Juga urban legend tentang siapapun yang masuk ke rumah ini takkan bisa keluar lagi.

Tentu saja, aku tak percaya pada hantu. Namun bukan itu yang membuatku ketakutan dan menggenggam tangan Mike begitu erat. Aku hanya amat cemas bila tak memakai alat bantu dengarku. Namun tetap saja, kemanapun cahaya senter kuarahkan, alat terkutuk itu masih belum kutemukan.

Ia menulis isyarat di tanganku, “Anna apa itu kau?”

Aku merasakannya menyentuh wajahku. Akupun menoleh dan mengarahkan senter. Ia menulis lagi, “Kupikir aku mendengar sesuatu. Bisakah kau periksa di belakangmu?”

Tak perlu.

Apapun itu, ia tak ada di belakangku, sebab aku melihatnya berdiri di depan kami, sedang mengelus pipinya.

9 comments:

  1. Ih serem banget :'( kenapa cweknya gak teriak, cowoknya kan cuma buta bukan tuli kaya dia hiks :'(

    ReplyDelete
  2. Anjir kaka... Mungkin ceweknya saking takutnya dia sampe lupa teriak. Dia kan tuli, bukan bisu..

    ReplyDelete
  3. Biasanya yang bisu itu tuli...andaikan bisa bicarapun gak jelas...

    ReplyDelete
  4. uhmt.. setau q ya,kalo tulinya dari lahir otomatis dia jg gag bisa ngomong..kan qta belajar bahasa melalui pendengaran.

    ReplyDelete
  5. i dont get it kaka

    ReplyDelete
  6. Aduh serem. Kenapa sih ada aja yang mbully orang yg ga sempurna di muka bumi ini. Kalo gue..mending beli alat bantu dengar yang baru deh. Kan sekarang sedang diskon beli satu gratis satu..kresek :v

    ReplyDelete
  7. Aku mendengarnya mendengus kesal dan menjawab dengan suara sengau, “Mike, aku baik-baik saja. Ayo kita tetap mencari, oke?”

    si Anna bisa bicara walaupun suaranya sengau
    itu berarti dia tuli dari lahir, tp karena dia pake alat bantu dengar, dia jadi bisa mendengar dan belajar bicara,
    dia ga teriak karena itu adalah ending.
    mungkin bagus kalo film horor diakhiri dgn teriakan dan layar jadi hitam pekat.
    tp kalo cerita dalam bentuk tulisan, bakal jelek bgt kalo endingnya cuma "AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA"

    ReplyDelete
  8. tangan kiri pegang lengan si buta, tangan kanan pegang senter..
    siapa yg ngelus pipi si buta??
    si tuli spontan teriak trus kabur ngelepasin lengan si buta..
    si buta kaget trus meraih tangan di pipinya, digenggam erat dan berdua lari tunggang langgang tak tentu arah :v

    ReplyDelete