Friday, October 9, 2015

AKU BENCI RUMAH SAKIT

 

I HATE HOSPITALS

Penulis: sl1878

Sumber: Reddit Short Scary Story

 

Rumah sakit selalu membuatku merinding. Dan untungnya buat aku, aku selalu menghabiskan waktuku di sana setelah kedua orang tuaku bercerai. Aku berakhir tinggal dengan ibuku yang bekerja sebagai suster di UGD sebuah rumah sakit lokal. Kadangkala shiftnya seperti pekerjaan kantor normal dari pagi sampai sore, namun yak jarang juga ia harus bekerja tengah malam. Aku biasa menantinya pulang di ruang tunggu UGD sambil mengerjakan PR-ku.

Berada di ruang tunggu UGD membuatku melihat banyak hal, mulai dari seorang ibu muda yang yakin anak mereka sekarat padahal ia hanya terjatuh dan terbentur kepalanya, hingga orang-orang yang berjalan ke depan pintu sambil memegangi tangan mereka yang hampir putus.

Namun bukanlah hal gore yang membuatku merinding – anak zaman sekarang tak ada masalah dengan itu – akan tetapi atmosfer dingin dan steril dari rumah sakit. Dan yang terburuk dari semuanya: suaranya. Seringkali kau mendengar erangan dari pasien kritis dari kejauhan atau jeritan kesakitan dari orang yang sedang dirawat, hingga bisikan dan helaan napas dari para suster ketika menemukan pasien yang sudah tak tertolong lagi. Tapi yang paling membuatku tak nyaman justru ketika tak ada suara di sini, keheningan bak kematian.

Walaupun aslinya tidak boleh, namun aku seringkali meninggalkan ruang tunggu dan berkelana ke lorong rumah sakit hanya untuk menghindari kesenyapan

Aku merasa nyaman dengan suara yang menggema di lorong: suara langkah kakiku hingga suara mesin yang berkedip.

Hingga suatu malam seorang wanita muda yang akan melahirkan dilarikan melalui pintu UGD. Mereka memulai proses persalinan di UGD, aku mendengar dokter berteriak bahwa tak ada waktu lagi untuk ditransfer ke bagian OBGYN [obstetri dan ginekologi]. Setelah 20 menit teriakan kesakitan dan jeritan menyayat hati, tiba-tiba terdengar keheningan. Aku mengerti bahwa wanita itu telah keguguran. Saat malam bertambah larut, akhirnya yang tertinggal hanya malam sunyi, seperti biasanya, terkecuali untuk satu suara: isakan duka sang wanita. Tak mampu menanggungnya lebih lama lagi, aku bangun dari kursi dan berpetualang di lorong.

Terdengar sunyi, tak seperti biasanya, bahkan tidak ada suara kedipan mesin. Ketika berjalan di pojok lorong, aku mendengar suara, entah dari mana. Bunyi itu hanya terdengar sebentar, namun aku yakin, itu adalah suara degukan bayi. Aku menoleh tapi tak melihat siapapun; bagian ini jauh dari unit pediatri. Kenapa ada bayi di sini? Aku bertanya dalam hati.

Ketika aku hendak berbalik untuk kembali, aku menyaksikannya.

Ujung tali pusar yang berdarah perlahan diseret menuju ke pojok koridor, kemudian menghilang ditelan kegelapan.

Aku pindah ke tempat ayahku dua minggu kemudian.

10 comments:

  1. Replies
    1. Kalo ibunya suster aborsi..berarti yang menyeret bayi aborsi yang keliatan ujung tali pusar nya itu ibunya? Atau itu rumah sakit memang angker makanya tiba2 hening, ga ada suara apapun..secara kan biasanya meski sunyi pun tetap terdengar suara kedipan mesin. Hayoooo...

      Delete
  2. Itu ibu nglahirin sendiri apa gmn ? gagal paham -__-

    ReplyDelete
  3. kok pada nggak paham ya ama cerita ini? ujungnya dia liat janin merangkak menyeret tali pusarnya sendiri. setan atau janin beneran silakan simpulkan sendiri

    ReplyDelete
  4. iya bang ane paham cuma blum sempet aja hehehe
    kalo janin baru lahir gak mungkin bisa langsung ngrangkak bang
    dan pasti itu hehehehe

    ReplyDelete
  5. si ibu keguguran tersebut ngebawa janin yang telah mati untuk dibangkitkan kembali dengan ilmu hitam seperti zaman dahulu.

    ReplyDelete
  6. Cerpen2 dari reddit tidak berplot bang, kurang seru. Bagusan riddlenya bang dave yg di mengaku backpacker. Translate riddle lg dong bang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya soalnya kan emang dibatasi banget jumlah katanya. tapi justru bbrp cerita dari sana serem bnget walaupun cuma dua kalimat. yah itung2 melatih kreativitasan lah

      gw dah ga post riddle lagi haha

      Delete