Monday, August 28, 2017

REDDIT DARK TALES #8: UMUM BAGI SESEORANG UNTUK MENGALAMI PERUBAHAN KEPRIBADIAN SETELAH MEREKA MENGALAMI TRAUMA OTAK


“IT'S COMMON FOR PEOPLE TO UNDERGO A PERSONALITY CHANGE AFTER BRAIN TRAUMA”

Penulis: nichonova


“Bukan cara terbaik untuk pergi, bukan?”

Aku melihat seseorang berpakaian serba hitam, menggantung di sebuah pohon. Ia memegang sebuah sabit besar dan wajahnya … ia tak memiliki wajah, hanya tengkorak.

“Ka … kau Iblis?”

“Aku apa? Ayolah, yang benar saja? Aku Grim Reaper, sang pencabut nyawa. Salam kenal!”

“A … aku sudah mati?”

Aku menatap ke bawah dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa aku sedang melayang di udara. Di bawahku, terlihat sebuah rongsokan mobil, masih berasap. Mobil itu hancur setelah menabrak sebatang pohon di tepi jalan. Di dalamnya, ada sebuah tubuh yang tampak tak bernyawa lagi. Itu adalah tubuhku. Aku mengenali jam Rolex yang diberikan ayahku pada ulang tahunku yang ke-18. Jam itu masih tetap berdetik, seolah-olah sama sekali tak terpengaruh oleh apa yang terjadi.

Grim Reaper mengangkat bahunya, “Entahlah, kau yang memutuskan?”

“Apa? Aku bisa kembali hidup lagi? Tapi bukannya kau bertugas membawaku ke dunia orang mati?”

Ia malah tertawa, “Kau punya pilihan. Kau bisa kembali ke tubuhmu dan hidup kembali, namun yah, dengan kondisi cacat. Tak bisa berjalan, kemungkinan besar. Aku mengerti itu akan jadi kehidupan yang buruk, tapi hei, sejak awal itu salahmu kan? Seharusnya kau tidak berkendara sambil mabuk tadi. Namun jika kau mau mati saja, well itu pilihanmu. Tapi aku yakin keluargamu akan sangat sedih.”

Sang kematian melanjutkan, “Jika kau mau tetap hidup, yang perlu kau lakukan hanyalah berbaring di tubuhmu yang lama. Jika kau mau mati, maka peganglah tanganku dan aku akan membawamu ke sana.”

Aku menatap tubuhku yang nyaris hancur di bawah sana, “Ta … tapi aku tak mau hidup sebagai orang cacat … Apa tak ada jalan lain?”

Aku memikirkan betapa banyak biaya yang harus kukeluarkan untuk semua terapi yang akan kujalani agar bisa berjalan lagi. Itupun jika memang bisa berhasil. Lalu siapa yang akan mau menikahi pria cacat? Bagaimana aku bisa bekerja? Bagaimana nanti kehidupanku?

Grim Reaper mendekatiku dan bersiap menggenggam tanganku, namun mataku menangkap sesuatu. Jari tanganku yang semual terkulai di dalam mobil mulai bergerak, begitu pula dengan badanku yang mulai menggeliat.

“Hei, apa yang terjadi?” seruku, “Bukankah aku sudah bilang aku tak mau hidup sebagai orang cacat?”

“Kau memang tidak mau,” ujar sang maut, “Namun arwah lain tak keberatan.”

4 comments: