Monday, August 28, 2017

REDDIT DARK TALES #17: GUA DUA BELAS GEMA


TWELVE ECHOES CAVERN”

Penulis: LurkingHorrorWriter


Orang-orang lokal telah memperingatkanmu tentang Gua Dua Belas Gema. Mereka menceritakan padamu tentang para pendaki gunung lain yang telah hilang di dalamnya. Mereka menceritakan tentang teriakan-teriakan mereka yang masih menggema di kegelapan gua. Mereka mengatakan padamu untuk menjauhinya, sejauh mungkin. Namun tentu saja kau tak mengindahkannya. Justru sebaliknya, kau justru sengaja trekking, melewati berbagai hambatan yang kau temui, untuk mencapainya. Dan tibalah kau di pintu masuk Gua Dua Belas Gema yang misterius.

Begitu berdiri di depan gua, kau tak mengerti mengapa penduduk lokal mengatakan padamu untuk menjauhinya. Gua ini adalah keajaiban alam, termegah yang pernah kau kunjungi. Bahkan cahaya sentermu tak mampu menyinari bagian terdalamnya. Dan segera, kau ditelan oleh kegelapan pekat begitu memutuskan memasukinya.

Jika saja para penduduk lokal menjadikannya tempat wisata, ia bisa membayangkan turis-turis akan membanjirinya. Jalan yang begitu jauh dan terjal tak masalah. Pemandangannya sungguh sepadan. Namun yah, para penduduk di sini masih termakan oleh takhyul kuno yang membuat mereka takut ke sini. Kaupun tak sabar ingin segera menjelajahi gua ini berbekal lampu senter di tanganmu.

Kau berteriak ke arah dalam gua, dan segera, gema yang bersahut-sahutan menyambutmu. Pantas gua ini disebu Gua Dua Belas Gema. Gua ini pasti luas sekali hingga gemanya-pun terus memantul menimbulkan gema lain.

Kau berteriak lagi, menikmatinya. Namun tiba-tiba kau terkejut hingga terjerembap ke belakang. Suara yang menyahutmu, itu bukan suara gemamu. Suara teriakan dan raungan itu serasa muncul dari dalam dinding, ingin menyobek telingamu. Kau bahkan menjatuhkan sentermu dan kehilangannya begitu ia jatuh ke lantai gua dan pecah. Kau berbalik, mencoba mencari jalan keluar, namun gagal. Dan ketika kau mulai ketakutan, suara teriakan itupun terhenti.

Kau mengambil napas panjang dan berdiri. Matamu mulai terbiasa dengan kegelapan dan kau bisa melihat sepercik cahaya dari mulut gua dimana kau tadi masuk. Kau harus bergegas, sebba kau tahu hari telah senja dan sejenak lagi, cahaya matahari akan lenyap. Kau segera berlari ke arahnya dan berpikir, apa itu tadi? Apa itu lelucon warga lokal? Apa mereka bersembunyi di sini, menunggumu. Tidak, lelucon ini terlalu rumit. Suara-suara itu, apapun itu, tidak mungkin dipalsukan! Itu benar-benar suara teriakan orang-orang yang benar-benar murni ketakutan.

Kau hampir tiba di mulut gua ketika teriakan lain muncul. Langkahmu terhenti. Itu buakn suara yang atdi kau dengar. Suara teriakan itu adalah suaramu. Kau mencoba membuka mulutmu, namun kali ini tak ada yang keluar. Suaramu hilang.

Gua ini berteriak untukmu.

Kau perlahan melihat senja mulai merayap. Tidak, jika cahaya matahari menghilang, kau juga akan kehilangan jalan keluar dari tempat ini. Kau mencoba berteriak meminta pertolongan, namun gagal.

Kau terjebak di sini selamanya.

***


Mendengar gema teriakanmu dari dalam gua, para penduduk lokal menggeleng-gelengkan kapal. Mereka telah mencoba memperingatkanmu, namun mereka gagal. Kini, yang mereka bisa hanyalah mencegah orang lain masuk ke Gua Tiga Belas Gema.

8 comments:

  1. Ane kok mikirnya antara di dalam gua itu emang ada penunggunya ato malah suara dua belas gema itu merupakan peringatan untuk para penjelajah agar jgn pernah masuk?
    Trus kesannya kok warga lokal malah ngediemin dan ganti nama tuh gua jadi gua tiga belas gema.
    Human are trully unique....

    ReplyDelete
  2. Berubah nama dari dua belas gema ke tiga belas gema... berarti itu gua sudah memakan 13 korban.. gua yg menggemakan tiga belas suara korbannya...

    -Nadeshiko-

    ReplyDelete
  3. udh pas buat jadi coverdance seventeen 😂

    ReplyDelete
  4. Penduduk lokal menggeleng-gelengkan kapal? Maksudnya bang? Wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. kepala kali wkwkwkwk (baru nyadar banyak typonya)

      Delete
  5. Kenapa ga milih yang mistik? 13 gema gitu?

    ReplyDelete
  6. "Si kau" itu tidak bisa berteriak karena ketakutan. Trus gema yang dihasilkan "si kau" adalah suaranya, karena gua itu luas. Jadi para warga tahu jika masuk ke dalam gua tidak akan ada yang bisa keluar, karena guanya sangat gelap?

    ReplyDelete