Sunday, May 7, 2017

REDDIT DARK TALES #15: +61 795 280 942

 

Judul asli: +61 795 280 942 (dengan perubahan)

Penulis: 61_795_280_942

 

+61 795 280 942 memanggil ...

“911. Di sini Rachel. Dengan siapa saya bicara?”

“Sa ... saya Matthias.”

“Oke Mathias, katakan apa kondisi daruratnya dan alamat ...”

“Saya tinggal di 42 Inverness St, 5252, Nairne, SA. Ada bunuh diri yang dipaksa ...”

“Maaf?”

“Dia dipaksa bunuh diri ...”

“Oke ... apa ada bekas luka yang terlihat?”

“A .... ada bekas gorokan di tenggorokannya. Bajunya sobek. Seluruh ruangan berantakan. Fuck ... ada banyak darah. Ada begitu banyak darah ...”

“Apa Anda bersama orang lain sekarang?”

“Istriku ada di bawah bersama anakku. Saudara laki-lakiku tadi ada di sini tapi ketika listriknya mati ... aku tak tahu dimana dia berada sekarang.

“Ada yang memutuskan aliran listrik rumah Anda?”

“Ya.”

“Oke ... kami akan mengirim petugas ke sana. Sekitar 5 sampai 10 menit lagi mereka akan sampai. Tolong jangan tutup teleponnya.”

“Ba ... baik ... “

Saya ingin Anda mendengarkan saya dengan seksama oke? Sudah berapa lama listriknya mati?”

“Se ... sekitar 10 menit ...”

“Baik. Yang perlu Anda lakukan sekarang adalah bersikap tenang dan menjauh dari mayat itu. Saya bilang bergeraklah SANGAT perlahan. Keluar dari kamar itu dan pergilah menuju ke basement. Apa sudah jelas? Petugas akan segera datang ke rumah Anda ...”

“Ba ... baiklah. Saya akan mencobanya ...”

“Pak. Apa Anda sudah keluar dari ruangan?”

(terdengar suara langkah kaki)

“Ya ... saya sedang menuruni tangga sekarang ... ya Tuhan, YA TUHAN!!!”

(terdengar suara teriakan dan seseorang berlari)

“Cepat berlari secepat mungkin! Pergi ke basement dan jangan lihat ke belakang!”

“Ya ... saya mengerti. Ya Tuhan, Elliot ... sial! Sial! Lisa! Lisa! Apa kau di bawah sini? Ya aku di sini ... kumohon buka pintunya ... Demi Tuhan, buka pintunya!”

“Pak? Apa yang terjadi?”

“Dia mati! Adikku mati! Dia disobek-sobek ... astaga ... LISA! BUKA PINTUNYA!!!”

(terdengar suara gedoran pintu)

“Tetaplah tenang, Pak! Petugas kami akan datang dalam tiga menit, oke? Cari tempat yang aman.”

“Semua akan baik-baik saja, Lisa ... lihat aku, sayang! Semua akan baik-baik saja! Kita harus pergi, oke?”

“Pak, saya sarankan untuk tidak keluar dari rumah. Mereka mungkin ada di sana. Apa basement Anda aman?”

(terdengar suara kaca pecah dan teriakan wanita)

“LARI LISA! LARI! DEMI TUHAN ... APA ITU! JOSH ... PEGANG TANGAN AYAH, JOSH! YA TUHAN, KAU BENAR! MEREKA ADA DI LUAR!”

“Bagaimana dengan istri Anda, Pak?”

“Mereka ... mereka mendapatkannya ... Ya Tuhan, kami berada di dapur ...”

“Pak, tenanglah! Cari sesuatu yang bisa dijadikan senjata di sana. Pisau atau semacamnya.”

(terdengar suara tangisan anak kecil)

“A ... aku sudah mendapatkannya ... Ssssst ... Josh, jangan menangis ... semua akan baik-baik saja, oke?”

“Pak?”

“Ssssst ... jangan berisik, Josh. Nanti mereka mendengar kita ... Sssssst ...”

“Pak. Polisi kami sudah datang! Mereka berada di luar. Apa Anda masih berada di dapur? Berteriaklah pada mereka supaya mereka tahu posisi Anda dan segera menolong Anda dan anak Anda ...”

“Ya ... ya, aku melihat mereka. TOLONG! TOLONG KAMI ... AAAAAAAAAAA!!!”

(terdengar suara teriakan dan keributan)

“TIDAK! JANGAN BUNUH DIA! JANGAN BUNUH ANAKKU!!! TIDAAAAAK!”

“Matthias ... tetap bersamaku ... Matthias!”

“Demi Tuhan! Jangan! JANGAAAAAN!!!”

“Matthias? Apa yang terjadi? Apa Anda masih di sana? Matthias?”

(suara gemerisik dan telepon diangkat)

“Di sini Carlson berbicara. Purge telah selesai. Apa yang harus kami lakukan sekarang?”

“Hapus barang bukti yang ada. Rancang TKP seakan-akan ayahnya yang membunuh keluarganya lalu bunuh diri. Dia memegang pisau bukan?”

“Ehm ... tapi ayahnya sudah .... tak berbentuk?”

“Apa? Apa yang kalian lakukan? Aaaargh ... lakukan saja terserah kalian dan lanjut ke rumah berikutnya! Aku mendapat telepon lagi. Kuserahkan pada kalian!”

“Klik!”

(telepon ditutup)

4 comments:

  1. Wah, salah fokus sama nomer tetangga, Australia

    ReplyDelete
  2. keluarganya mathias dijadikan ritual purge oleh polisi ya?
    Atau orang yang berpura pura jadi polisi buat cari korban, utk purge?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayanya nomor darurat nya udh di.... Sama si psiko

      Delete