Friday, May 11, 2018

REDDIT #9: BRIAN TERJEBAK DI DALAM SUMUR



“Brian's Stuck In The Well”

Penulis: mrmichaelsquid


Tumbuh di pedesaan Indiana memiliki pasang surut. Ya, ada susah dan senangnya. Siapa tak suka tinggal di alam pedesaan yang asri, dengan pemandangan gunung, hutan, serta danau yang indah. Belum lagi udaranya amat bersih dan kadang aku bisa memberi makan beberapa rusa liar yang kutemui di sekitar rumahku.

Susahnya? Yah, ketika toko terdekat sekitar dua jam perjalanan jauhnya, aku jadi tidak bisa sering-sering berbelanja.


Aku menikmati kehidupan kota yang “normal” selama aku pergi untuk kuliah. Sudah bertahun-tahun aku tak pernah pulang. Namun akhirnya, setelah lulus, aku memutuskan kembali sejenak membantu ibuku dan bernostalgia dengan masa kecilku.

Aku sedang jogging di dekat rumahku, menikmati alam, ketika aku mendengar suara tangisan anak-anak dari dalam hutan. Aku mencari sumber suara itu dan akhirnya menemukan sebuah pondok reyot serta sebuah sumur tua, tersembunyi oleh rerumputan yang tinggi. Aku shock begitu menyadari bahwa suara tangisan itu bergema dari dalam sumur itu.

"Hoi!", panggilku sambil melongok ke dalam lubang yang sempit dan gelap gulita itu. "Apa ada seseorang di dalam?”

Aku kemudian teringat tetanggaku dulu, Danny, yang memiliki anak balita. Aku hanya melihatnya beberapa kali sebelum akhirnya pindah untuk kuliah. Sumur tua itu terlalu sempit bagiku sehingga aku tak bisa turun ke dalam untuk mencapainya.

"Tolong aku!” teriaknya kembali. Keputusasaan jelas terdengar dalam suaranya. Di sini gelap dan aku takut!"

"Kamu pasti anaknya Danny, kan?" aku memanggilnya, "Apa kamu terluka?"

"Aku tidak bisa menggerakkan kakiku" dia merintih dan aku takut hal terburuk telah terjadi.
"Bertahanlah, aku akan mencari bantuan!”

Percuma aku memanggil 911. Bisa berjam-jam mereka baru bisa datang ke tempat terpencil seperti ini. Jadi aku menelepon ibuku. Tetapi dia tidak menjawab. Sepertinya ia masih sibuk di kantor, jadi kuputuskan untuk mengirim pesan padanya.

Anak Danny terluka!”

Aku mengintip dengan senter ponselku dan di dalamnya, terlihat sumur itu telah mengering. Anak kecil itu duduk dengan kepala tertunduk, memegang lututnya. Dia tampak kurus dan lemah, meringkuk di dinding. Aku mencoba memikirkan bagaimana menolongnya ketika ibuku menjawab.
Danny? balas SMS ibuku.

Danny tetangga kita. Anaknya butuh bantuan.” balasku.

“Anak Daniel, Brian, hilang.” balas ibu.

Brian terjebak di sumur dan dia terluka, tetapi aku menemukannya.” aku menjelaskan.

Aku kemudian teringat bahwa sumur ini pasti memiliki tali timba. Aku memastikannya dengan mencabuti tanaman merambat yang menutupi bagian atas sumur itu dan ternyata benar. Masih ada tali timba tergulung di atasnya.

"Oke, aku melemparkan tali ini lalu aku akan menarikmu ke atas!panggilku. Aku menurunkan tali itu dan segera, kurasakan tali itu mengencang. Anak itu pasti sudah menariknya. Akupun mencoba mengangkatnya. Tiba-tiba ibuku menjawab SMS-ku. Karena kedua tanganku masih memegangi tali itu, aku hanya bisa membacanya lewat layar ponsel.

Sayang, Brian hilang 3 tahun lalu. Danny pindah segera setelah itu.

Dengan keringat dingin aku menoleh ke sumur itu. Jari-jari panjang muncul dari dalam lubang, mencengkeram tanganku.


3 comments: