Friday, May 11, 2018

REDDIT #17: SELAMAT MALAM, SAYANG



“Good Night, Sweetie”

Penulis: SergeantDamon (dengan sedikit perubahan)


Tom meletakkan selimut ke atas putri kecilnya dan mematikan lampu samping tempat tidurnya.

"Tidak! Jangan ...," Molly berseru. Tom memandangnya dengan dahi berkerut.

"Ada apa, Sayang? Sejak kapan kau takut gelap?"


Dia hanya menatap ayahnya dengan mata lebar memohon.

"Sayang, ada apa?"

Anak itu sedikit ragu sebelum akhirnya berkata, "Aku mendengar suara menakutkan di bawah."
“Di bawah? Di bawah tempat tidurmu, Sayang?”

Molly menggeleng.

“Bukan. Di bawah!” tunjuknya.

"Di lantai bawah? Maksudmu ruang bawah tanah?"

"A … aku tidak tahu. Kurasa begitu. Aku bisa mendengar sesuatu di sana."

"Nah, sayang, kamu tahu berapa umur rumah ini?" aku mengelus rambutnya.

"Uhm … kurasa sudah ratusan tahun. Kakek dulu tinggal di sini.”

“Bahkan kakek dari kakekku sudah tinggal di sini, lamaaaaa sekali.” Tom tersenyum hangat. “Kau tahu apa artinya?” katanya sembari mencolek ujung hidung putri kecilnya.

Dia menggeleng dengan manis.

"Itu berarti pipa-pipa air di rumah kita sudah tua, Sayang. Jadi kadang-kadang mereka membuat suara keras ketika kita menggunakannya. Bunyinya seperti ini: Clunk! Clunk! Clunk!" Tom menggelengkan kepalanya sembari menirukan suara itu, hingga anaknya tertawa cekikikan.

“Gimana, Sayang? Paham?”

 "Iya Ayah."

"Bagus," kata Tom sambil mencium dahinya. "Selamat malam, Peri Kecilku."

"'Malam, Ayah. Katakan pada Mama selamat malam juga kalau Mama pulang."

"Akan kulakukan, Manisku!" kata Tom, menjentikkan lampu. Setidaknya, aku melakukan sesuatu yang benar, pikirnya sambil menutup pintu.

Senyum Tom dengan epat memudar ketika ia mendengar suara gedebuk. Iapun segera turun dan membuka gerendel pintu ruang bawah tanah. Pikirannya mulai berpacu saat dengan cepat langkahnya berderap menuruni tangga kayu yang reyot.

Semuanya baik-baik saja, dia mencoba meyakinkan dirinya sendiri. Mustahil jika …

“Buk … buk … buk …”

Dasar setan! Molly kecil tidak akan bisa tidur malam ini jika aku tak segera membereskannya, katanya pada dirinya sendiri. Dengan senter di tangan, dia mencari sumber suara itu dan berhenti di depannya. Dengan kesal, ia mengambil sebuah sekop dan menghujamkannya berkali-kali ke mayat istrinya yang tergeletak, hampir bersisa tulang dibungkus pakaian robek.

"Hentikan itu, dasar wanita ja***g tukang selingkuh!” murkanya, “Kau menakuti putri kita!"

2 comments:

  1. SUdah kuduga itu istrinya 😟

    ReplyDelete
  2. suaminya gada rasa takut ya, ma setan. Tapi tuh setan lemah amat, cuma jedag jedug

    ReplyDelete