Friday, May 11, 2018

REDDIT #13: SI MANIS



Judul asli: “Mr. Whiskers”

Penulis: inkdwell


Setiap kelas memiliki seorang anak yang aneh. Di kelasku, kami punya Si Manis.

Si Manis mengira dia adalah seekor kucing.


Anak ini menyuruh semua orang memanggilnya dengan nama “Manis”. Bukan, dia bukan anak yang gila dan penampilannya juga tak berbahaya. Dia bahkan tergolong lumayan cerdas. Di saat pelajaran, dia cukup normal kok.

Namun kadang kala, dia akan pura-pura menjadi kucing, duduk di atas mejanya sambil mengeong dan menjilati tangannya. Dia bahkan akan menggesek tubuh Anda dan mendengkur seperti kucing sungguhan. Semua itu normal baginya.

Bagi orang dewasa, mungkin itu cukup creepy. Tapi seperti kubilang tadi, dia sama sekali tak berbahaya. Dia lucu, bahkan sangat lucu. Saat istirahat, kami senang bermain dengannya dan dia menjadi teman “hewan” yang luar biasa.

Beberapa anak lain suka memanggilnya aneh, tetapi teman-teman sekelasku semua mengikuti permainannya. Terkadang ini amat menyenangkan. Aku tidak pernah menghakiminya karena perilaku anehnya. Dia hanya ingin menjadi dirinya sendiri.

Aku tidak pernah takut padanya. Aku hanya berpikir dia mencoba untuk menjadi lucu dan disukai anak lain.

Kami bermain pada suatu sore di akhir pekan dan dia berkata, "Meong, meong, apakah kau ingin bertemu dengan saudara-saudaraku yang lain? Meong."

Aku seharusnya mengatakan tidak. Aku tahu ini bakalan jadi aneh. Tapi kalau mau jujur, aku sebenarnya ingin tahu. Akhirnya rasa penasaran akhirnya membuatku mengikutinya dan tibalah kami di sebuah gudang. Ketika dia tiba di pintu gudang, dia mulai merangkak dengan kaki dan tangannya.
Aku bisa mendengar suara kucing dari dalam. Aku perlahan-lahan mengikutinya ke dalam gudang.

Seekor kucing mencakar celanaku. Yang lain melompat ke arahku dari jendela dan meninggalkan goresan di lenganku. Gudang ini penuh dengan kucing liar dan mereka semua mendesis dan melengking ke arahku. Aku mundur beberapa langkah ketika Si Manis merangkak ke tengah ruangan.
Dia mendesis sekali, dan mereka semua berhenti. Mereka berbalik ke arahnya dan mata kuning mereka berkilau padanya.

Di tengah ruangan ada sebuah lingkaran yang dibuat dari kapur di lantai. Tidak ada kucing yang berani menyeberangi garis itu. Di dalam lingkaran, itu ada sekelompok tikus mati.

"Ayo makan," kata Si Manis. Dia menatapku. Semua kucing mulai mengeong.

Aku melihatnya mengambil tikus dengan ekornya. Dia mengangkat wajahnya dan menggigit kepalanya hingga lepas, lalu mengunyahnya.

Aku menyaksikan darah menetes ke dagunya.

Dia menatapku.

"Meong," katanya. Dan mereka semua mengeong kepadanya.


5 comments:

  1. Replies
    1. Meong, meong meong meong meong, meong meong......?

      Delete
  2. Si manis mencontohkan ke kucing2 liar itu cara memakan si “aku” dgn memperlihatkan cara dia memakan tikus itu..
    Hiiy.. nyummi~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan si Manis di akhir bilang "Meong" mungkin artinya juga "Makan!/Serang!" :v

      Delete