Friday, May 11, 2018

REDDIT #18: SANG PEMBANTU



“Housekeeper”

Penulis: _not_so_sure_


Aku telah menjadi pembantu di rumah jompo ini untuk waktu yang lama. Pengurus gedung tengah merenovasi bangunan tua ini, jadi saat ini tidak ada penghuni di sini. Aku di sini untuk menjaga kebersihan tempat ini sementara para pekerja datang dan membuang sampah sembarangan di tempat ini. Yah, bagaimanapun juga, sangat sulit memberitahu orang-orang itu.


Pagi hari, sekitar jam 6:30 pagi, aku menyalakan vacuum cleaner untuk membersihkan lorong. Ada telepon di dinding di sepanjang koridor, yang belum tersentuh sejak tempat ini direnovasi. Sesaat sebelum aku menekan tombol penyedot debuku, telepon di dinding yang paling dekat denganku berdering.

"Aneh," pikirku, tetapi rasa penasaran menguasaiku, dan akupun menjawabnya.

Sebelum aku bisa mengatakan sesuatu, tiba-tiba aku mendengar suara, "Penduduk di kamar 117", dan dengan cepat, telepon itu ditutup. Suara itu terdengar muda, tapi serak, gemetar, dan anehnya, akrab di telinga.

Aku tidak menyadari bahwa ada seorang penghuni yang masih di sini, jadi aku menutup telepon dan pergi mengetuk pintu kamar 117.

Aku mengetuk dengan ringan dan mendengar gumaman dari balik pintu. Pada saat itu aku membuka pintu dan berkata, "Ini pengurus rumah tanggamu, Megan, boleh aku masuk?"

Di bawah meja makan tampak seperti segerombolan daging, kaku dan mengepal, serta mulai membusuk, dikelilingi belatung-belatung. Pada titik aku mulai merasa seperti berada di terowongan angin yang bising. Perasaan takut yang tak terhindarkan telah jatuh di atasku seperti runtuhan batu bata. Aku tidak merasakan apa pun selain rasa sakit yang amat menusuk, yang membuatku tidak dapat memproses kenyataan dengan jelas.

Aku mulai berjongkok di bawah meja dan diam-diam menangis. Tubuh itu tak lagi bernyawa, namun aku masih mengenali seragamnya. Serta sisa-sisa bebatuan dan atap yang runtuh menimpanya … akhirnya aku ingat segalanya.

Itu aku


3 comments: