Sunday, November 6, 2016

KAIDAN: MY DAUGHTER’S BEST FRIEND

 

KAIDAN

Hari ini adalah ulang tahun putriku jadi aku mengadakan pesat ulang tahun dan mengundang semua temannya. namun hampir seluruh temannya berkumpul pada waktu yang telah ditentukan, namun putriku masih saja tidak mau memulai pestanya. Katanya ia masih menunggu sahabatnya belum datang.

Kamipun menunggunya, namun sahabat anakku itu tak muncul-muncul. Aku mencoba membujuk putriku agar segera memulai pestanya sebab kami tak bisa terus menunggu. Apalagi teman-temannya yang lain sudah terlihat bosan menanti.

Jadi akhirnya pestanya dimulai ...

Awalnya, putriku terlihat kesal sebab harus memulai pestanya tanpa kehadiran sahabatnya. Namun ketika pesta berlanjut dan hiburan akhirnya datang, ia terlihat menikmatinya bersama teman-temannya. Kami melakukan banyak permainan yang menyenangkan. Tak lupa acara puncaknya adalah memotong kue ulang tahun.

Pesta akhirnya selesai dan semua temannya sudah pulang. Ketika itu barulah ia ingat bahwa sahabatnya tidak datang dan ia kembali merasa sedih.

Seusai pesta, aku sedang bersih-bersih dan kulihat putriku berlari naik ke kamarnya. Ia terlihat bahagia sekali.

Aku naik ke atas dan mendengarnya berbincang dengan orang lain di kamarnya.

“Bagaimana mungkin?” tanyaku heran dalam hati. “Semua temannya sudah pulang dan tak ada orang lain yang masuk ke dalam rumah.”

Aku menjadi cemas dan memeriksanya ke kamarnya.

Ia sedang sendirian di sana. Tak ada seorangpun di kamar kecuali kami berdua.

“Dengan siapa tadi kau mengobrol?”

“Sahabatku yang tadi tidak datang ke pesta.”

“Hah? Dimana dia? Kok Ayah tidak melihatnya?”

Ia menunjuk ke bawah tempat tidur.

Aku berjongkok dan mengintip bagian bawah kasur.

Sahabatnya ada di sana ....
Namun wajahnya benar-benar rusak. Separuh tubuhnya gepeng, tulangnya yang remuk mencuat dan menembus kulitnya dan darah terus mengucur dari luka-lukanya.

Aku hanya bisa berteriak dan membawa putriku keluar dari situ.

Malam itu juga, aku mendapat berita bahwa sahabat anakku itu tewas dalam kecelakaan mobil dalam perjalanan ke rumah anakku. Tubuhnya hancur terhimpit mobil.

Yang kusadari, anak itu menepati janjinya untuk datang ... bahkan setelah kematian.

9 comments:

  1. Tapi anaknya ga takut ya liat sahabat nya jadi gepeng gitu. Hebat ..

    ReplyDelete
  2. inilah sahabat sampai mati:v
    Ini mengharukan yah:'v

    -tiara

    ReplyDelete
  3. Gw merasa tersentuh :')
    persahabatan itu gada matinya
    tapi tetep ya, kalo udah beda dunia mending tau diri lah... Kasian yang manusia --''

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue kalo baca komen kayak gini lama2 curiga jangan2 mereka lebih dari sekedar "teman"

      Delete
  4. ini baru sahabat sejati.
    my little pony mah kalah jauh :v

    ReplyDelete